Aksi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat di perairan internasional dekat Venezuela telah memicu kecaman internasional, ketika para pakar hak asasi manusia dan pemerintah Venezuela menilai operasi tersebut sebagai eksekusi di luar hukum (extrajudicial executions) dan pelanggaran kedaulatan negara.
Menurut laporan, sejak September 2025, militer AS telah melakukan beberapa serangan udara terhadap kapal‐kapal yang dituduh terlibat penyelundupan narkoba di wilayah Karibia, dekat perairan Venezuela.
Pemerintah Venezuela menyebut tindakan ini sebagai “serangkaian pembunuhan di luar hukum”.
Konteks dan Alasan AS Melakukan Operasi
Pemerintah AS, di bawah kepemimpinan Donald Trump, mengklaim bahwa operasi tersebut bagian dari kampanye untuk memerangi jaringan narkotika dan “narco‐terorisme” yang berasal dari atau melalui Venezuela.
AS juga telah menyebut beberapa kelompok kriminal di Venezuela sebagai “organisasi teroris asing”.
Kritik Internasional dan Isu Hukum yang Muncul
Kelompok ahli hak asasi manusia yang bekerja dengan Perserikatan Bangsa‑Bangsa menyatakan bahwa tindakan AS di laut internasional tersebut tidak dibenarkan secara hukum, karena:
- Tidak ada proses penahanan atau peradilan bagi yang dituduh.
- Serangan dilakukan tanpa bukti publik yang memadai dan tanpa akses terhadap pengawasan independen.
- Aksi tersebut dianggap melanggar kedaulatan Venezuela dan aturan hukum internasional.
Implikasi Diplomatik dan Regional
Tindakan ini telah memperburuk hubungan antara AS dan Venezuela. Presiden Venezuela Nicolás Maduro mengecam operasi tersebut sebagai langkah yang dekat dengan intervensi militer atau upaya penggulingan pemerintah.
Selain itu, keputusan AS untuk melakukan operasi militer di karibia tersebut menimbulkan kekhawatiran dari negara-negara tetangga dan memperkuat argumentasi bahwa AS semakin menggunakan kekuatan militer di wilayah yang selama ini dianggap “pengaruh” Amerika Latin. The Guardian+1
Apa Yang Terjadi Selanjutnya?
Para pemantau internasional meminta agar:
- AS menghentikan operasi yang dianggap melanggar hukum.
- Pemerintah Venezuela dan negara kawasan menegosiasikan mekanisme pengawasan atau kerja sama yang legal dalam memerangi narkotika.
- Forum internasional memperjelas regulasi soal penggunaan kekuatan militer di laut internasional dan perairan negara lain.
Kesimpulan
Kasus ini menunjukkan bagaimana perang melawan narkotika dapat berpotensi membawa konflik hukum dan diplomatik besar. Aksi udara AS di perairan dekat Venezuela menjadi simbol tantangan keras dalam menyeimbangkan keamanan nasional, hukum internasional, dan kedaulatan negara. Apapun alasan yang dikemukakan, kritik internasional menunjukkan bahwa prosedur dan legalitasnya kini berada di bawah sorotan global.
