Politik Keraton Surakarta Terbaru: Dinamika Suksesi dan Legitimasi PB XIV
Keraton Surakarta Hadiningrat kini tengah berada di pusat perhatian publik setelah wafatnya Pakubuwono XIII (PB XIII) pada 2 November 2025. Proses suksesi politik dalam institusi keraton yang sebelumnya relatif tertutup kini menyita perhatian luas karena munculnya klaim dan konflik internal yang cukup signifikan.
1. Latar Belakang Suksesi
PB XIII menjabat sebagai Susuhunan Surakarta sejak 2004 hingga 2025. Wikipedia+2Radar Tulungagung+2 Dengan ketiadaannya, lembaga adat internal keraton yaitu Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat (LDA) menyatakan bahwa penetapan Pakubuwono XIV belum final dan masih akan melalui musyawarah keluarga besar. Liputan6+1
2. Penobatan dan Klaim Legitimasi
Pada 13 November 2025, nugget baru muncul ketika KGPH Hangabehi dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV oleh LDA. Radar Tulungagung Namun, pengakuan ini menuai protes dari pihak lain termasuk anggota keluarga keraton yang menyebut proses tidak sesuai adat maupun prosedur internal. Tempo.co
LDA kemudian menegaskan bahwa “belum ada PB XIV yang sah” hingga rembug keluarga selesai. Berita Satu
3. Konflik Internal & Potensi Raja Kembar
Dinamika suksesi ini menimbulkan kekhawatiran akan munculnya “raja kembar” — dua figur yang masing‐masing mengaku atau diakui sebagai raja baru. Radar Tulungagung Kontroversi ini memperlihatkan bahwa struktur politik keraton tidak hanya soal simbol adat tetapi juga soal legitimasi, warisan, dan relasi kekuasaan internal.
4. Implikasi Budaya dan Politik Lokal
Konflik di keraton Surakarta tidak hanya berdampak dalam ranah adat, tetapi juga mempunyai implikasi bagi politik lokal dan citra nasional. Sebagai warisan budaya hidup, keputusan suksesi harus mengacu pada hukum nasional, adat, serta persetujuan keluarga besar Keraton. Liputan6+1
5. Langkah ke Depan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ke depan antara lain:
- Transparansi proses suksesi dan keterlibatan pihak adat serta keluarga besar.
- Penguatan lembaga keraton agar tetap relevan dalam konteks budaya dan identitas lokal.
- Pencarian solusi agar konflik tidak memecah masyarakat dan warisan budaya Surakarta tetap terjaga.
📌 Kesimpulan
Politik keraton Surakarta terbaru memperlihatkan betapa kompleksnya suksesi dalam institusi adat yang memiliki akar sejarah panjang. Dengan munculnya penobatan PB XIV yang belum mendapatkan konsensus penuh, proses ini menjadi ujian bagi kestabilan budaya dan politik lokal. Publik menanti bagaimana keraton akan menyelesaikan dinamika ini dan menjaga keberlanjutan peran sejarahnya.